Silicon Valley

Merdeka.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohammad Nasir bermimpi ingin membuat Silicon Valley seperti di San Francisco, California, Amerika Serikat. Namun tidak hanya terfokuskan pada teknologi informasi semata, namun non teknologi informasi.

Kendati begitu, menurut salah seorang pengamat inovasi teknologi dari Teknopreneur Indonesia, Adie Marzuki mengatakan Silicon Valley dibentuk atas dasar keakraban yang terjalin lama dan simbiosis mutualisme antar perguruan tinggi yakni Stanford University dan industri, Hewlett-Packard (HP), sehingga terbentuklah sebuah klaster industri.

Mimpi Menristek Dikti, kata dia, bukanlah hal yang mustahil namun ada baiknya jalin dulu hubungan antara perguruan tinggi dengan industri jangan justru buat techno park.

Maklum, pihak Kemenristek Dikti mencanangkan pembangunan 100 techno park hingga tahun 2019. Saat ini sedang tahap pembangunan.

Pendapat Adie pun tak dipungkiri oleh Mohammad Nasir. Dia mengakui bahwa pihaknya memang baru saja menjadi penengah untuk menjalin kemitraan antara perguruan tinggi dan industri.

“Ini baru akan kita lakukan untuk menjalin dengan perguruan tinggi dan industri sehingga ke depannya diharapkan sudah bisa akrab,” katanya kepada Merdeka.com di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (10/8).

Dia menjelaskan bahwa berbeda cara dengan apa yang dilakukan Stanford University sehingga menghasilkan Silicon Valley. Di Indonesia, kata dia, tidak bisa dilakukan sama lantaran riset-risetnya tidak menghasilkan inovasi.

“Idealnya memang seperti yang dilakukan Stanford University dan HP. Tapi di Indonesia problemnya periset itu sekadar riset saja tanpa menghasilkan inovasi. Jadi caranya harus berbeda,” ungkapnya.

Terlebih, kata dia, soal lahan yang dimiliki oleh Stanford University luas sehingga bisa membuat pusat teknologi sendiri dengan berkolaborasi bersama industri.

“Lahan kan juga jadi masalah. Sehingga kita pun harus turun tangan membangun techno park. Tidak semua universitas di Indonesia punya seperti mereka,” tuturnya.

Yang jelas dirinya menjanjikan akan mengoptimalkan riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi seperti IPB, ITB, UGM, dan UNDIP dan didukung kolaborasi dengan industri.

Sumber : http://www.merdeka.com/…/soal-silicon-valley-dan-techno-par…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s