Inisiasi Poros San Fransico BC

IMG_20160421_124654.jpg

Masih dalam kegiatan BEKRAF “Kesesuaian Skema dan Risiko Permodalan untuk Bisnis Ekraf melalui Diskusi dan Paparan Bisnis (Eksisting atau Start Up) oleh Pelaku / Asosiasi/Komunitas Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pembuatan Strategi Manajemen Risiko Permodalan Berupa Pedoman Akses Permodalan Bekraf dan Pendataan Pelaku Ekraf Terkait”. Cimahi Technopark diskusi dengan M. Ajie Santika (Founder Komunitas Entrepreneur Bandung/CEO Tinker Games, PT. Siete Kuliner Indonesia, CEO Co&Co Space).

Dalam diskusi ini, Tinker berharap Cimahi dapat menjadi Kota yang megakomodir para penggiat industri kreatif. Salah satunya adalah dengan penyediaan kawasan dengan Akses Internet cepat khusus bagi start-up start up yang ada di kawasan tersebut (Misalnya kawasan Baros). Cara lain adalah dengan menyediakan Server penyimpanan data yang dibutuhkan oleh para penggiat industri kreatif dalam bidang telematika (animasi, aplikasi, games).

Dengan penyediaan kawasan yang ‘SMART’ tersebut, Cimahi bisa menjadi salah satu Kota yang dituju bagi penggiat industri kreatif dan bahkan perusahaan – perusahaan besar bidang telematika yang ada di luar Indonesia. Inisiasi Poros San fransico ini bisa muncul karena adanya kebutuhan perusahaan-perusahaan besar di San Fransico yang membutuhkan ide dan SDM terampil untuk mengerjakan hal-hal/proyek-proyek yang mahal jika dikerjakan disana.

 

Cimahi Technopark dan Internet of Think (IoT)

IMG_20160420_213802

Masih dalam kegiatan Kesesuaian Skema dan Risiko Permodalan Untuk Bisnis Ekraf Melalui Diskusi dan Paparan Bisnis (Eksisting atau Start Up) Oleh Pelaku / Asosiasi/Komunitas Ekonomi Kreatif, Cimahi Technopark bertemu dengan Founder and CEO, PT. Dycode Cominfotech Development.

Dycode Cominfotech Development adalah pengembang software asal Bandung yang berdiri sejak tahun 2007. Dycode didirikan atas ketidakpuasan melihat industri software development pada saat itu. Pria lulusan Jurusan Fisika ITB tersebut meilai, kala itu banyak software house yang lebih berorientasi pada penyelesaian proyek tanpa memperhatikan kualitas dan teknologi.

DyCode pun didirikan dengan fokus kepada pengembangan software berbasis Microsoft.NET., namun melihat perkembangan industri mobile, sejak tahun 2008 DyCode juga serius menggarap aplikasi berbasis iOS (dan belakangan Android). Hal ini sejalan dengan prinsip dasar DyCode yang merupakan singatan dari Dynamic Code. Sejak awal, nilai yang DyCode anut adalah berkomitmen membuat produk yang menggunakan teknologi terkniki.

Disinilah DyCode memperkenalkan tentang IoT (Internet of Think), Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan’ IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.

Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT.Dan kini IoT menjadi salah satu tugas bagi seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.

DyCode berharap, Kota Cimahi dengan dukungannya yang besar terhadap industri kreatif, dapat menjadi Kota yang pertama mengenalkan dan mengembangkan IoT ini. Karena DyCode mengakui bahwa SDM dari Kota Cimahilah yang banyak dipekerjakan di DyCode yang membantu DyCode dalam mengembangkan teknologi dan bisnisnya.

Cimahi Technopark siap mengenal lebih jauh tentang IoT ini, dan berencana akan membahasnya lebih lanjut dengan DyCode dan praktisi praktisi lain di bidangnya. Dan mencari solusi teknis dalam pengembangan IoT di Kota Cimahi.

Badan Ekonomi Kreatif Siap Mendampingi Cimahi Technopark

IMG-20160422-WA0000

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melaksanakan kegiatan “kesesuaian Skema dan Risiko Permodalan untuk Bisnis Ekraf melalui Diskusi dan Paparan Bisnis (Eksisting atau Start Up) oleh Pelaku / Asosiasi/Komunitas Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pembuatan Strategi Manajemen Risiko Permodalan Berupa Pedoman Akses Permodalan Bekraf dan Pendataan Pelaku Ekraf Terkait”. Kegiatan ini melibatkan :

  1. Komunitas Entrepreneur Bandung
  2. Cimahi Creative Association
  3. Pusat Inkubasi Bisnis IKOPIN
  4. UKM Center FEB UI
  5. BPPT
  6. Cimahi Technopark
  7. Persatuan Film Keliling

Dalam kegiatan ini, Cimahi Technopark dan Cimahi Creative Association mewakili Pemerintah Kota Cimahi untuk memaparkan potensi Industri/Ekonomi Kreatif yang ada di Kota Cimahi. Dalam paparannya, Cimahi meminta adanya skema pendanaan yang didorong oleh Pemerintah Pusat melalui BEKRAF untuk membantu para pelaku industri kreatif yang ada di Indonesia khususnya di Kota Cimahi. Karena tidak seperti industri lain (makanan, minuman, kerajinan, dan lain sebagainya), industri kreatif seperti game, animasi, aplikasi dan lain-lain sangat sulit mengakses perbankan (non bankable).

Bersama dengan presenter lain, Cimahi Technopark mendorong adanya bantuan dari BEKRAF untuk dapat mengakses akses permodalan lain yang ada, seperti :

  1. Grant / Scholarship
  2. Angel Investmen
  3. Seed Funding
  4. Guarantee Fund
  5. Convertible Loan
  6. Equity / VC
  7. Commercial Loan

Bahkan untuk mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia, perlu adanya bantuan langsung dari Pemerintah baik berupa modal hibah atau discount pajak agar perkembangan industri kreatif di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Pada kesempatan kegiatan ini, BEKRAF terbuka untuk semua masukan dari berbagai stakeholder bidang kreatif, dan akan meramunya dalam Kajian, skema permodalan yang tepat dengan kebutuhan.

Berikut adalah Profil dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF)

Pembentukan BEKRAF  memiliki dasar hukum sebagai ‘aturan main’, yaitu Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif (Perpres BEK).

Hal pertama yang perlu diketahui mengenai BEK adalah badan ini dipimpin oleh seorang Kepala Badan, yang kini dijabat oleh Bapak Triawan Munaf, dan akan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Dalam kesehariannya, BEK memiliki tugas dan fungsi tertentu, dan Perpres BEK memiliki pengaturan khusus mengenai itu. Tugas dari BEK diatur dalam Pasal 2, yaitu “…membantu Presiden dalam merumuskan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif,” dan untuk menjalankan tugas tersebut, Pasal 3 menjabarkan fungsi BEK sebagai berikut:

  1. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif;
  2. perancangan dan pelaksanaan program di bidang ekonomi kreatif;
  3. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan kebijakan dan program di bidang ekonomi kreatif;
  4. pemberian bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan kebijakan dan program di bidang ekonomi kreatif;
  5. pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan kepada semua pemangku kepentingan di bidang ekonomi kreatif;
  6. pelaksanaan komunikasi dan koordinasi dengan Lembaga Negara, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Pemerintah Daerah, dan pihak lain yang terkait; dan
  7. pelaksanaan fungsi lain yang ditugaskan Presiden yang terkait dengan ekonomi kreatif.

BEK akan mendapatkan pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjalankan tugas dan fungsinya (Pasal 46). Dengan adanya tugas dan fungsi yang harus dijalankan oleh BEK, tentu BEK harus memiliki seperangkat organ untuk merealisasikannya. Perpres BEK memfasilitasi BEK dengan memberikan suatu pengaturan mengenai struktur organisasi yang akan menjalankan tugas dan fungsi tersebut melalui Bab II tentang Organisasi. BEK terdiri dari Kepala, Wakil Kepala, Sekretariat Utama, dan 6 Deputi yang membawahi bidang-bidang tertentu, yakni:

  1. Riset, Edukasi, dan Pengembangan;
  2. Akses Permodalan;
  3. Infrastruktur;
  4. Pemasaran;
  5. Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi; dan
  6. Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah.

Dari 6 deputi tersebut, terlihat beberapa aspek yang menunjukkan bahwa bidang ekonomi kreatif merupakan suatu bidang yang potensial untuk pertumbuhan ekonomi negara ini, salah satunya adalah bidang Akses Permodalan. Dengan adanya deputi khusus yang mengatur bidang permodalan, diharapkan kegiatan investasi di bidang ekonomi kreatif akan meningkat melalui adanya fasilitasi yang akan merangsang ketertarikan investor terhadap bidang ekonomi kreatif di Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri. Meskipun begitu, Perpres BEK ini belum menjawab soal bentuk kreatif apa saja yang berada di bawah BEK. Definisi ekonomi kreatif itu sendiri apa? Belum lagi mengenai beberapa bidang kreatif yang selama ini berada di bawah kementerian-kementerian lain, misalnya film. Seberapa jauhkah BEK akan ‘ikut campur’ terkait bidang-bidang kreatif tersebut?

Selain itu, eratnya bidang ekonomi kreatif dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) juga menunjukkan pentingnya keberadaan seperangkat organ khusus yang dipimpin oleh seorang Deputi di dalam lembaga ini. Selama ini, Hak Kekayaan Intelektual berada di bawah kewenangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Perlu diketahui bahwa dengan adanya Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi di bawah BEK bukan berarti badan ini akan mengambil alih kewenangan Kemenkumham atas HKI, namun BEK akan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif untuk mendapatkan perlindungan berupa HKI atas karya mereka. Jadi, kewenangan BEK terkait HKI ini secara spesifik hanya berkisar dalam koridor bidang ekonomi kreatif. Tapi dalam bentuk apa? Suatu rekomendasikah? Dan apakah keberadaannya akan memperpanjang proses administrasi dan birokrasi, atau memang mempercepat?

Dapat terlihat juga bahwa kinerja BEK bersinggungan dengan kewenangan dari beberapa lembaga lain, seperti Kemenkumham, sebagaimana telah dibahas di atas, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya BEK harus bekerja berdampingan dengan lembaga-lembaga yang secara khusus sudah memiliki kewenangan atas bidang-bidang yang juga difasilitasi oleh BEK. Dengan demikian, perlu adanya kerjasama yang baik antara BEK dan lembaga-lembaga terkait tersebut demi menghindari dualisme kewenangan.

BEK ditargetkan akan bekerja secara efektif pada bulan Maret 2015, namun hingga artikel ini ditulis, kami belum menemukan perkembangan lebih lanjut mengenai pembentukan dari BEK itu sendiri. Mungkin kita harus lebih bersabar untuk melihat bagaimana BEK akan menjalankan tugas dan fungsinya di kemudian hari. Tapi terlepas dari itu semua, jangan sampai hal tersebut menurunkan semangat kita untuk senantiasa mengawal lembaga ini dalam rangka memajukan bidang ekonomi kreatif di Indonesia.

Cimahi Technopark Siap Maju Bersama LPIK ITB

 

Rabu, 20 April 2016 kemarin LPIK meyelenggarakan Softlaunching  Co Working Space yang dimilikinya. Cimahi Technopark yang memiliki BITC sebagai cikal bakal Co Working Space di Kota Cimahi siap bersinergi dalam percepatan perkembangan start-up company di bidang industri telematika.

 

LPIK itb adalah lembaga pengembangan inovasi dan kewirausahaan, yang terletak di ganesa no. 15 bandung. Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB merupakan lembaga yang berurusan dengan kegiatan pengembangan inovasi dan kewirausahaan di ITB. Tujuannya adalah untuk memacu budaya inovasi dan kewirausahaan civitas academica ITB agar berdampak langsung dan signifikan pada masyarakat. Lembaga ini merupakan lembaga di bawah koordinasi Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi (WRRI) yang ditetapkan melalui SK Rektor 104/SK/K01/OT/2010, 5 Maret 2010.

 

Divisi-Divisi

  1. DIVISI INKUBATOR  INDUSTRI dan BISNIS:
  2. Pengembangan Start-up Companies
  3. Sosialisasi dan Promosi Inovasi ITB
  4. Perencanaan Bisnis
  5. Kemitraan Usaha

 

  1. DIVISI HKI DAN HUKUM:
  2. Pendataan Inovasi ITB
  3. Sosialisasi dan Konsultasi HKI
  4. Training dan Penelusuran Informasi HKI /Paten
  5. Pendaftaran HKI
  6. Lisensi HKI/Teknologi ITB
  7. Pengembangan Ketentuan dan Aturan HKI untuk ITB

 

  1. DIVISI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN:
  2. Program Pendidikan dan Networking
  3. Seminar, Workshops dan Pameran Kewirausahaan
  4. Program Kolaborasi dengan UKM
  5. Business Coaching and Consultancy
  6. Post-graduate fellowships

 

  1. DIVISI TECHNOPARK:
  2. Identifikasi Potensi Industri
  3. Pengembangan Program Jejaring dan Ekosistem Industri
  4. Technopark (Clustering)
  5. Galeri Inovasi ITB

 

Program

  • Pengembangan Desain dan Teknologi bagi Inovasi prospektif ITB
  • Pengembangan Perencanaan Bisnis
  • Riset Pasar Produk Inovasi
  • Manajemen Hak Karya Intelektual dan Hak Desain Industri
  • Pengembangan Manajemen dan Organisasi Bisnis
  • Pengembangan Kemitraan Industri
  • Publikasi dan Promosi Inovasi

Tenan LPIK

  1. clarisense
  2. Genesha Atromedia
  3. Great
  4. Indi smart
  5. Indi Health
  6. kabayan IT
  7. Labtek
  8. lamda Radio
  9. Lorco
  10. Motekar
  11. Nuasa Indonesia

Berhubung gambaran tentang lembaga pengembangan inovasi dan kewirausahaan sangat luas, maka akan dilanjut di tulisan-tulisan berikutnya namun akan berupa case analysis. Supaya lebih mendalam dan dapat lebih bermanfaat bagi pembacanya.

sumber: http://lpik.itb.ac.id/

 

 

Menjaring Potensi Telematika di Open House SMKN 1 Cimahi

Open House itu salah satu pemanfaatan teknologi berupa sistem pendidikan dan sosialisasi ke masyarakat. Dari pihak sekolah sendiri, Open House itu berfungsi untuk menilai kreativitas siswa dan tugas-tugas siswa. Karena kami dituntut untuk kreatif, inovatif untuk menciptakan suatu karya teknologi. Apel Pembukaan Open House 2016 dalam rangka Dies Natalis SMK Negeri 1 Cimahi yang ke-39 dilaksanakan di Lapang 1 dengan pembina apel Drs.H.Ermizul, M.Pd. Dilanjutkan kunjungan ke setiap Stand Open House dimulai dari Paket Keahlian RPL, TEI, TPTU, TKJ, TEK, TOI, KP, KM dan TP4. Open House merupakan salah satu kegiatan tahunan yang menampilkan karya-karya terbaik siswa/siswi SMK Negeri 1 Cimahi dari 9 Paket Keahlian. Open House tahun ini mengambil tema Festival Untuk Negeri (FUN) yang dilaksanakan pada hari Jum’at 15 April 2016 s/d 17 April 2016, mulai pkl.08.00-16.00 WIB dan terbuka untuk umum.

Dan di Smkn 1 Cimahi, acara Open House, sudah menjadi acara rutin tiap tahun’nya. Acara ini di buka untuk umum, diselenggarakan di kampus Smkn 1 Cimahi. Dan, Smkn 1 Cimahi, menganjurkan kepada calon siswa-siswi baru yang berminat melanjutkan ke Smkn 1 Cimahi, untuk hadir melihat dan meyakinkan diri tentang jurusan/ kompetensi keahlian yang akan di pilih. Saksikan, Tanyakan serta Diskusikan sebaik mungkin mengenai pilihan anda.

Jurusan yang telah menggelar Pameran Teknologinya, adalah :

  1. Rekayasa Perangkat Lunak
  2. Teknik Komputer dan Jaringan
  3. Listrik Industri
  4. Elektronika Industri dan Komputer
  5. Teknik Transmisi
  6. Teknik Pendingin dan Tata Udara
  7. Kontrol Mekanik
  8. Kontrol Proses
  9. Teknik Produksi Program Pertelevisian

Dari berbagai temuan teknologi yang dipamerkan, banyak sekali yang menarik perhatian dari pada pengunjung yang kebanyakan berasal dari orang tua siswa dan orang tua yang ingin memasukan anak-anaknya kesana, berbagai teknologi yang menarik perhatian disana adalah :

  1. Simulasi Mengemudi yang bisa diaplikasikan
  2. Aplikasi Driving Remote yang disinkronkan dengan Android sehingga bisa mengendari kendaraan tempur melalui android
  3. Video 3D yang tidak memerlukan kamera khusus, tapi menggunakan editing.
  4. Jomblo Meter yang merupakan aplikasi untung FUN

Dan banyak lagi teknologi-teknologi lain yang diciptakan yang dapat bermanfaat bagi Indonesia.

Dalam open house ini, banyak perusahaan-perusahaan yang datang untuk melihat temuan teknologi, dan sebgai informasi banyak perusahaan-perusahaan yang mencari SDM berbakat yang pada saat lulus nanti, langsung direkrut untuk bekerja pada perusahaan tersebut.

Kehadiran Cimahi Technopark disini, adalah untuk membuat LINK terpadu antara SMKN 1 Cimahi dengan Pemerintah, dengan Lembaga yang membidangi temuan-temuan teknologi serta dengan Industri. Selain itu, Cimahi Technopark mencoba untuk mengundang para siswa dan siswi berbakat dari SMKN 1 Cimahi untuk berjuang untuk memiliki usaha sendiri dalam Technopreneur Camp. Semoga dengan kreativitas dan daya juang yang tinggi serta dukungan Pemerintah melalui Cimahi Technopark, nantinya akan banyak lahir wirausahawan baru di Bidang Telematika di Kota Cimahi.

FAKULTAS EKONOMI UNJANI SIAP KOLABORASI DENGAN TECHNOPARK

IMG_20160415_104724

Menindaklanjuti pertemuan dengan Jurusan Ekonomi Manajemen yang lalu, Cimahi Technopark di undang oleh Dekanat Fakultas Ekonomi UNJANI untuk memaparkan rencana kerja dan rencana kerja Cimahi Technopark yang bisa dikolaborasikan dengan program kerja dan penelitian fakultas Ekonomi UNJANI. Kesempatan ini, tim dari Cimahi Technopark langsung diterima oleh Dekan Fakultas Ekonomi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, UNJANI khususnya fakultas Ekonomi UNJANI siap berkolaborasi dengan Cimahi Technopark dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM Kota Cimahi. Kebetulan di UNJANI itu sendiri sudah ada program KKN mahasiswa yang selama 3 (tiga) minggu dilakukan oleh 8 mahasiswa dan 1 dosen (per UKM) sebanyak 15 UMKM/tahun. Tenaga ahli yang berasal dari dosen-dosen UNJANI juga memerlukan kegiatan teknis dengan UMKM/Pemerintahan dalam rangka melaksanakan Tri Darma yang salah satunya harus dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat.

UNJANI siap mengerahkan dosen-dosen serta mahasiswa untuk dapat membantu UMKM Kota Cimahi dalam proses perbaikan mutu manajemen dan pembukuannya. Selain itu dari sisi pemasaran pun, UNJANI siap mendampingi. Dengan kata lain, dalam proses pengembangan UKM melalui Cimahi Technopark UNJANI siap membantu dengan kapabilitas yang dimiliki.

 

Kunjungan HIPMI Ke Cimahi Technopark

IMG_20160414_125404

Kamis, 14 April 2016 Cimahi Technopark kedatangan perwakilan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perwakilan (HIPMI) Kota Cimahi. Kedatangan HIPMI adalah untuk silahturahmi dan inisiasi awal kerjasama antara Cimahi Technopark dengan Komunitas dan pelaku bisnis (diantaranya adalah HIPMI).

HIPMI organisasi pengusaha yang sudah berdiri sejak lama, namun kepengurusan HIPMI Kota Cimahi baru berdiri 2014. Namun, walaupun baru kegiatan yang langsung berkaitan dengan UMKM di Kota Cimahi sangat tinggi. Baik dari sisi temu bisnis, pelatihan sampai ke kegiatan-kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali dengan para pengurus HIPMI.Anggota HIPMI Kota Cimahi pada saat ini ada sebanyak 45 orang yang bergerak dalam berbagai bidang, ada yang makanan, TPT, craft sampai ke bidang telematika seperti aplikasi, multimedia, dan web design.

Kehadiran HIPMI ke Cimahi Technopark yang langsung diwakili oleh Ketua HIPMI Kota Cimahi membawa angin segar bagi bakal calon aktivitas komunitas usaha yang ada di Cimahi Technopark. Karena HIPMI sudah ada kegiatan rutin yang dilaksanakan, tinggal mensinergikan dengan program yang dimiliki dalam rangka pengembangan Technopark Kota Cimahi. Jadi, sisi pemerintahan tidak perlu banyak mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang sudah dialokasikan oleh komunitas. Namun, program dan sasaran baik dari sisi pemerintah maupun dari sisi organisasi dapat sama-sama tercapai.

Pada tahun 2016 ini, HIPMI Kota Cimahi juga menginisiasikan untuk membentuk HIPMI Perguruan Tinggi. yaitu Perwakilan HIPMI yang dijalankan oleh Mahasiswa yang memiliki usaha dengan tujuan untuk kaderisasi kepengurusan HIPMI Kota Cimahi. HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) ini pada akhirnya akan diikutsertakan dalam Jambore HIPMI PT Se ASEAN yang akan dilaksanakan di University Telkom pada tanggal 19 -23 Mei 2016.

IMG-20160413-WA0035

Sebagai HUB (Penghubung) antar stakeholder, Cimahi Technopark berupaya untuk menghubungkan HIPMI dengan Universitas Jenderal Achmad Yani dan juga para Dinas OPD yang terkait langsung dengan Pembinaan UMKM/Pengusaha. HIPMI Kota Cimahi merupakan organisasi yang menjanjikan LINK bisnis untuk kemajuan usaha UMKM. LINK yang dimaksud adalah LINK untuk ke Perbankan, LINK untuk ke Kementerian, bahkan LINK ke praktisi/perusahaan perusahaan sukses untuk kerjasama penyediaan bahan baku, ketenagakerjaan, pelatihan dan lain sebagainya.

 

POTENSI ANIMASI SMKN 2 CIMAHI

Menindaklanjuti Hasil Expose perwakilan SMKN 2 Cimahi didepan Walikota Cimahi dan beberapa unsur Dinas pada tanggal 11 April 2016, UPT Cimahi Technopark menyambut langsung untuk mengetahui kondisi lapangan di SMKN 2 Cimahi. Kunjungan tim UPT Cimahi Technopark ke SMKN 2 Cimahi adalah untuk menginventarisasi potensi animasi yang ada di Kota Cimahi.

Berdasarkan informasi yang diterima, SMKN 2 Cimahi telah mengadakan Jurusan animasi ini selama 4 (empat) tahun, namun pada tahun 2016 baru ada 2 (dua) angkatan. Namun, dengan angkatan pertama dengan jumlah 34 orang, beberapa diantaranya telah menjadi animator handal yang dipercaya oleh berbagai pihak. Dari 34 orang lulusan animasi SMKN 2 Cimahi, ada beberapa yang melanjutkan kuliah dan sebagian lainnya telah bekerja di studio-studio animasi yang tersebar di Bandung, Jakarta, Batam dan Bali.

Selain itu, angkatan ke 2 jurusan animasi SMKN 2 Cimahi telah menerima banyak sekali pesanan animasi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dilibatkan dalam pembuatan video mapping Jawa Barat. Yang sedang di lakukan adalah pesanan dari Kepolisian Singapura.  Dengan SDM yang terbatas, hanya 2 guru dan 8 kontrak yang terdiri dari alumni-alumni SMKN 2 Cimahi angkatan pertama, mereka mencoba bersaing pada pasar animasi di Indonesia.

Keberadaan Cimahi Technopark dan keberpihakan Pemerintah Kota Cimahi terhadap pengembangan kluster telematika khususnya di Bidang Animasi, membuat pihak SMKN 2 Cimahi sangat bersemangat untuk terus berkiprah menghasilkan SDM-SDM berkualitas pada bidang animasi. Cimahi Technopark sendiri menawarkan kerjasama dan pengisian gedung Cimahi Technopark yang rencananya akan selesai pada akhir Tahun 2016 ini.

Pihak SMKN 2 Cimahi menyatakan siap berperan serta dalam program inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian Kota Cimahi yang bertempat di kawasan Cimahi Technopark. Dan untuk kegiatan bisnisnya, SMKN 2 Cimahi telah memiliki K.69 yang merupakan perkumpulan / asosiasi yang bergerak di bidang animasi serta menyatakan siap untuk berkantor di kawasan bisnis baros (Gedung BITC). Dengan berkantor di BITC, diharapkan K.69 dapat mendirikan Unit bisnis berbentuk CV/PT sehingga dapat dengan mudah menjalankan bisnis/pesanan animasi.

Dalam menjalankan kegiatan belajar-mengajarnya, SMKN 2 Cimahi menggunakan kurikulum 2013 yang dipadu padankan dengan kebutuhan industri di bidang animasi. Informasi Kebutuhan industri ini diperoleh dari para pengajar yang notabene adalah alumni SMKN 2 Cimahi yang telah bekerja pada studio studio animasi di Indonesia. Kedepan, Cimahi Technopark membuka pintu sebesar-besarnya untuk para animator yang ada di Kota Cimahi untuk bekerjasama dalam mengembangkan potensi animasi di Kota Cimahi.

Bagi masyarakat Kota Cimahi atau stakeholders terkait yang menemukan potensi penggiat telematika / animasi di Kota Cimahi dan belum tersentuh pembinaan/bantuan dari Pemerintah Kota Cimahi, dapat menghubungi kami di UPTD Cimahi Technopark melalui email : technopark@cimahikota.go.id, dapat melalui sosial media kami path (Cimahi Technopark), twitter (@CimahiTPark), facebook (Cimahi Technopark Page/Group) atau dapat langsung datang ke kantor sementara kami di Gedung BITC Baros Cimahi (Keluar Pintu Tol Baros). Peran serta aktif masyarakat, dapat membantu kami dalam mengembangkan potensi telematika di Kota Cimahi.

 

 

FREENOVATION BANDUNG

Setelah sebelumnya mengunjungi Co & Co dalam rangka mempelajari dan meningkatkan peran serta anak muda dalam pengembangan Co Working Space yang ada di Cimahi, kali ini atas masukan dari pengelola Co & Co, Cimahi Technopark berkesempatan untuk mempelajari Co Working Space yang ada di Daerah Bagus Rangin Bandung. Nama tempat itu adalah Freenovation.

Co Working space yang berada di Daerah Bagus Rangin ini memfokuskan untuk mengakomodir kebutuhan start up business. Dengan tempat yang didesain sedemikian rupa dan senyaman mungkin, banyak anak muda (start up) yang berada disana untuk melakukan aktivitasnya. Baik aktivitas secara ONLINE maupun aktivitas secara OFFLINE. Dengan tarif yang terjangkau, banyak aktivitas bisnis yang terjadi disana.

Cimahi Technopark berupaya untuk mempelajari konsep interior dan konsep ekosistem bisnis yang ada pada beberapa Co Working Space. Selain mempelajari secara observasi langsung, mempelajari secara online, Cimahi Technopark juga mencoba untuk mengajak para pengelola Co Working Space tersebut untuk terjun langsung dalam membantu Kota Cimahi melalui Cimahi Technopark untuk mengembangkan Co Working Space di Kota Cimahi. Tentunya, dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi, masukan dari pengelola Co Working Space tersebut dapat memudahkan Cimahi Technopark dalam melakukan perencanaan pengelolaan Co Working Space pada masa yang akan datang.

 

KUNJUNGAN KE POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kunjungan Cimahi Technopark ke Politeknik Negeri Bandung adalah dalam rangka melakukan koordinasi dan meningkatkan kerjasama antara Cimahi Technopark dengan berbagai perguruan tinggi yang berada di wilayah Bandung dan memiliki concern terhadap pengembangan UKM. Kunjungan ini juga dalam rangka memperjelas pola kerjasama antara Pemerintah Kota Cimahi dengan Politeknik Negeri Bandung (POLBAN).

Mandat Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) adalah sebagai salah satu perguruan tinggi mempunyai mandat untuk mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berorientasi kepada pembangunan peradaban dan kemanusiaan melalui wawasan fostering dan development. Misi POLBAN adalah :

– Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, memiliki semangat terus berkembang, bermoral, berjiwa kewirausahaan dan berwawasan lingkungan

Melaksanakan penelitian terapan dan menyebarluaskan hasil-hasilnya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi;

– Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung peningkatan mutu kehidupan.

Dengan misi tersebut, POLBAN aktif melakukan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pengabdian pembinaan dan pendampingan kepada UMKM;

UMKM yang pernah diajak kerjasama adalah UMKM Payung Geulis yang berada di Kabupaten Tasikmalaya. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan menciptakan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas produk payung geulis;

POLBAN siap membantu Kota Cimahi, khususnya Cimahi Technopark dalam menggeliatkan UMKM khususnya yang berkaitan erat dengan Teknologi Tepat Guna (TTG). TTG yang diperbantukan kepada Cimahi Technopark bisa dalam bentuk pengabdian masyarakat dari dosen POLBAN atau bentuk kerjasama lainnya yang tertuang dalam MoU dan PKS yang sedang disusun oleh Bagian Hukum, Setda Kota Cimahi.

Peran dalam pengembangan UMKM yang dapat dikerjasamakan dengan POLBAN adalah dengan mengoptimalkan peran dosen dan mahasiswa agar bisa menerapkan berbagai ilmu terapan yang dipelajari dan diteliti, antara lain :

– Peningkatan desain produk desain kemasan dengan memanfaatkan civitas administrasi niaga, manajemen pemasaran;
– Peningkatan efisiensi produksi dengan melibatkan berbagai civitas akademisi dari berbagai program studi;
– Peningkatan peran serta mahasiswa dan dosen dalam proses inkubasi bisnis;

POLBAN siap bekerjasama dengan Cimahi Technopark dengan berbagai cara, antara lain :

– Mengirimkan tenaga ahli / narasumber / praktisi yang memiliki keahlian dalam bidang terapan teknologi, administrasi dan pemasaran;
– Mengirimkan mahasiswa tingkat akhir yang akan/sedang mengerjakan Tugas Akhir dan menjadikan UMKM Kota Cimahi sebagai project tugas akhirnya;
– Mengirimkan mahasiswa tingkat 2 (dua) dalam berbagai kegiatan pembinaan UMKM untuk mendampingi UMKM dalam pembuatan desain produk, desain kemasan, desain promosi, desain website, dan desain operasional lainnya yang menjadi kajian terapan dalam ilmu yang diajarkan di Politeknik Negeri Bandung, dalam kegiatan yang stimulan maupun kegiatan yang berkelanjutan;
– Menyediakan tempat pelatihan teknis yang fasilitasnya belum / tidak tersedia pada kawasan Cimahi Technopark;

Koordinasi dalam waktu dekat dengan POLBAN adalah dengan mengundang perwakilan tenaga ahli dari POLBAN untuk duduk bersama dengan perwakilan perguruan tinggi lain agar memberikan masukan terhadap pengembangan technopark pada masa yang akan datang.